• Home
  • Market
  • Business
  • Finance
  • Investing
  • World
  • Technology
  • Politics
  • Health
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
  • Home
  • Market
  • Business
  • Finance
  • Investing
  • World
  • Technology
  • Politics
  • Health
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home busines info

BUMN Tower IKN Tak Lagi Terdengar, Menara 778 Meter RI Tinggal Kenangan?

VinsmokeSansdi VinsmokeSansdi by VinsmokeSansdi VinsmokeSansdi
November 3, 2025
in busines info, Business, Crypto, Ekonomi, Finance, Health, Inspiratif
0
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pendahuluan

Wacana mega proyek BUMN Tower yang direncanakan akan berdiri megah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini memasuki babak yang penuh tanda tanya. Menara setinggi 778 meter dengan 138 lantai yang dulu digadang sebagai ikon nasional justru tampak “hilang” dari agenda pembangunan. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Artikel ini akan mengurai dinamika di balik proyek ambisius tersebut—mulai dari konsep, penyebab mandeknya, hingga implikasi bagi investasi dan pembangunan hijau di IKN.

You might also like

Daya Dorong Tebaran Dividen Interim AADI, SIDO, hingga TPIA ke Prospek Saham

Menanti Tangan Dingin Bahlil Memangkas Impor LPG Melalui Proyek DME

Telkomsel dan BARDI Hadirkan IoT untuk Pengalaman Berkendara Lebih Aman


Konsep dan Ambisi Mega Proyek

Pada awalnya, BUMN Tower ditujukan sebagai landmark kebanggaan nasional—sebuah pencakar langit yang tidak saja mencerminkan kekuatan korporasi pelat merah, tetapi juga simbul modernitas dan kemajuan Indonesia. Proyek ini diproyeksikan mencapai ketinggian hingga 778 meter dengan 138 lantai. KOMPAS.com+2KOMPAS.com+2 Menara ini akan menempati kawasan strategis di IKN dan dibekali fasilitas multifungsi seperti kantor, hotel, museum, mall, dan ruang publik. KOMPAS.com+1

Desainnya pun ambisius: menurut perencana, bangunan ini diilhami oleh “padi” sebagai simbol kemakmuran, mengintegrasikan fasad fotovoltaik, turbin angin dan rooftop garden—menjadi bukan sekadar bangunan tinggi, tetapi juga wujud arsitektur hijau dan smart city. KOMPAS.com+1

Secara historis, proyek ini muncul di zaman di mana pembangunan IKN masih sangat dipacu sebagai simbol pemindahan ibu kota, modernisasi, dan pembaruan ekonomi nasional. Di tengah agenda besar tersebut, BUMN Tower memerankan posisi sebagai “ikon”. Namun, kisahnya kemudian berubah.


Mengapa Proyek Menjadi Mandek?

Beberapa faktor menonjol menjadi penyebab stagnasi proyek ini:

  1. Pergeseran Prioritas Pendanaan dan Kebijakan
    Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa proyek itu adalah inisiatif dari Kementerian BUMN sebelumnya, dan bukan bagian langsung dari anggaran APBN yang dikelola Otorita IKN. KOMPAS.com+1 Pemerintah kini lebih memilih memprioritaskan tiga pilar pendanaan IKN: APBN, KPBU, dan investasi swasta murni — dibanding proyek ikon tunggal yang bersifat simbolik. aslinews.id+1
  2. Kurangnya Kepastian Pendanaan dan Realisasi
    Meskipun desain telah digembar-gemborkan, tidak ada progres konkret seperti tender, groundbreaking atau penyediaan dana khusus yang diumumkan publik. Otorita IKN menyatakan bahwa hingga akhir Oktober 2025 belum ada kelanjutan yang terdengar. KOMPAS.com+1
  3. Risiko Proyek Ikonik vs Fokus Infrastruktur Dasar
    Wacana sempat mengangkat bahwa menara setinggi itu akan menjadi magnet investasi dan pariwisata. Namun dalam praktiknya, pemerintah memilih mendahulukan infrastruktur dasar (air, jalan, hunian ASN) yang memiliki dampak langsung. KOMPAS.com+1
  4. Sentimen Investasi dan Lingkungan Ekonomi
    Investasi besar seperti menara pencakar langit sangat rentan terhadap perubahan ekonomi, regulasi, dan kepercayaan investor. Di tengah agenda “investasi hijau” dan prioritas keberlanjutan lingkungan, proyek yang menonjolkan ikon ketinggian saja bisa dianggap kurang relevan. Hal ini juga terkait dengan preferensi pembangunan yang lebih realistis dan efisien. KOMPAS.com

Analisis Implikasi untuk IKN dan Investasi Hijau

Keputusan untuk tidak melanjutkan BUMN Tower (setidak-nya saat ini) punya implikasi yang menarik dalam konteks pembangunan IKN dan tren investasi hijau di Indonesia.

A. Pengaruh terhadap IKN

  • Pembatalan atau penundaan proyek ikonik seperti ini dapat mengubah persepsi publik terhadap ambisi IKN sebagai kota masa depan yang monumental.
  • Namun, dari sisi positif, alokasi sumber daya bisa diprioritaskan ke proyek yang lebih mendasar dan berdampak langsung seperti infrastruktur konektivitas, kawasan hunian, serta ekosistem ekonomi yang mendukung investasi.
  • Hal ini menandakan bahwa strategi pembangunan IKN kini lebih pragmatis: “ikonisme” digeser ke “fungsi & keberlanjutan”.

B. Peluang dan Tantangan Investasi Hijau

  • Fokus pada pembangunan yang realistis dan berkelanjutan sejajar dengan narasi global soal investasi hijau — yaitu proyek yang tidak hanya besar dan spektakuler tetapi juga ramah lingkungan dan memiliki model bisnis yang jelas.
  • Di sisi investasi, proyek besar yang mandek seperti BUMN Tower bisa jadi sinyal bahwa investor akan semakin selektif terhadap proyek-ikon yang belum punya model pendanaan atau utilitas jelas.
  • Artinya: peluang muncul lebih besar pada proyek-yang menggabungkan teknologi hijau, efisiensi energi, dan integrasi sosial di kota baru — bukan sekadar gedung tinggi.
  • Dengan fokus penggunaannya dan bukannya hanya simbol, hal ini juga selaras dengan keyword yang Anda garap sebagai jurnalis: “investasi iklim COP30 peluang investasi hijau”.

C. Risiko Reputasi dan Kepercayaan

  • Ketika proyek yang diumumkan besar kemudian berhenti, ada risiko kepercayaan publik dan investor menurun. Bagi IKN, yang masih membangun citra, ini bukan hal kecil.
  • Strategi keterbukaan mengenai prioritas, keandalan pendanaan, dan keberlanjutan menjadi kunci agar proyek-proyek selanjutnya tidak mengalami nasib yang sama.

Bagaimana ke Depan? Arah Strategi dan Skenario

Mengingat kondisi saat ini, berikut beberapa skenario dan strategi yang bisa dipertimbangkan:

  1. Skala Ulang Proyek
    BUMN Tower mungkin belum dibatalkan secara resmi, namun skala-nya bisa disesuaikan ke bentuk yang lebih realistis — misalnya ketinggian lebih rendah, fungsi yang lebih jelas, atau skema pendanaan yang berbeda (misalnya 100% swasta atau KPBU).
  2. Fokus pada Mixed-Use dan Green Infrastructure
    Bangunan tinggi secara ikon bisa digantikan oleh pembangunan yang lebih padat fungsi: coworking, hotel ramah lingkungan, pusat riset, hub teknologi hijau di IKN. Dengan begitu, elemen “ikon” tetap ada tapi dengan utilitas yang jelas dan keberlanjutan sebagai konteks.
  3. Transparansi Investasi dan Komitmen Publik
    Agar potensi “peluang investasi hijau” dalam kerangka IKN dan agenda seperti COP30 dapat ditangkap, pemerintah dan pengembang perlu membuka data: nilai investasi, skema bisnis, ROI (return on investment), dampak lingkungan dan sosial.
  4. Integrasi dengan Ekosistem Kota dan Lingkungan
    IKN sebagai kota baru bukan hanya proyek fisik, tapi juga ekosistem urban. Proyek-proyek seperti menara harus integrasi ke dalam urban mobility, kawasan hijau, tata ruang yang walkable, dan teknologi smart city — bukan berdiri sebagai entitas terpisah.

Kesimpulan

Wacana tentang BUMN Tower setinggi 778 meter di IKN telah berubah menjadi kisah yang penuh pelajaran: bahwa ambisi mega-skala saja tidak cukup tanpa pendanaan yang kuat, utilitas yang jelas, dan integrasi dengan strategi pembangunan yang realistis. Proyek ini mungkin tinggal kenangan untuk saat ini, namun narasi di baliknya—tentang bagaimana Indonesia menyeimbangkan antara ikon dan keberlanjutan, antara pembangunan besar dan investasi hijau—menjadi sangat relevan bagi perkembangan IKN ke depan.

Sebagai jurnalis yang juga menaruh perhatian pada investasi iklim dan peluang hijau, hal ini menjadi cermin bahwa proyek-proyek masa depan (termasuk di IKN) yang akan menarik investasi adalah yang punya fondasi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang jelas — bukan sekadar tinggi dalam angka.

Tags: BUMN TowerIKNinvestasi hijauinvestasi iklimmenara 778 meterpembangunan IKNproyek ikon
Share30Tweet19
VinsmokeSansdi VinsmokeSansdi

VinsmokeSansdi VinsmokeSansdi

Recommended For You

Daya Dorong Tebaran Dividen Interim AADI, SIDO, hingga TPIA ke Prospek Saham

by VinsmokeSansdi VinsmokeSansdi
November 11, 2025
0

Pemerintah korporasi di pasar modal Indonesia mendapat momentum kuat lewat pengumuman dividen interim dari beberapa emiten besar. Di antaranya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)...

Read moreDetails

Menanti Tangan Dingin Bahlil Memangkas Impor LPG Melalui Proyek DME

by VinsmokeSansdi VinsmokeSansdi
November 9, 2025
0
Menanti Tangan Dingin Bahlil Memangkas Impor LPG Melalui Proyek DME

Pendahuluan Kebutuhan energi rumah tangga dan industri di Indonesia terus meningkat secara tajam. Sebagai contoh, Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa konsumsi...

Read moreDetails

Telkomsel dan BARDI Hadirkan IoT untuk Pengalaman Berkendara Lebih Aman

by VinsmokeSansdi VinsmokeSansdi
November 8, 2025
0

Di tengah gelombang transformasi digital yang semakin meluas di Indonesia, kolaborasi antara Telkomsel dan BARDI menghadirkan era baru untuk mobilitas—yakni pengalaman berkendara yang tidak hanya nyaman tetapi juga...

Read moreDetails

Efek Purbaya Ditopang Asing, Target IHSG 9.000 Bakal Tercapai?

by VinsmokeSansdi VinsmokeSansdi
November 5, 2025
0

Pasar saham Indonesia tengah mendapatkan sorotan tajam. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa IHSG bisa menembus level 9.000 pada akhir 2025. CNBC Indonesia+2Tempo+2 Sinyal itu datang bersamaan dengan...

Read moreDetails

Performa Emiten Grup Salim — PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) & PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Siapa Jadi Penopang Laba?

by VinsmokeSansdi VinsmokeSansdi
November 2, 2025
0

Artikel ini mengulas lebih dalam kinerja tiga emiten utama dari Grup Salim yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI): Indofood CBP (kode ICBP), Indofood Sukses Makmur (kode INDF)...

Read moreDetails
Next Post

Efek Purbaya Ditopang Asing, Target IHSG 9.000 Bakal Tercapai?

Related News

Buka Gerai Alfamart Untung Besar, Ini Modal dan Caranya yang Perlu Kamu Tahu!

Buka Gerai Alfamart Untung Besar, Ini Modal dan Caranya yang Perlu Kamu Tahu!

May 18, 2025

‘Back To Reality’: European soccer prepares for age of Austerity

February 14, 2025
Ide Usaha Jual Buku: Peluang Bisnis Edukatif yang Tetap Menguntungkan di 2025

Ide Usaha Jual Buku: Peluang Bisnis Edukatif yang Tetap Menguntungkan di 2025

June 30, 2025

Browse by Category

  • busines info
  • Business
  • Crypto
  • Ekonomi
  • Finance
  • Health
  • Inspiratif
  • Investing
  • Kriminal
  • Market
  • Politics
  • Technology
  • Uncategorized
  • World

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

CATEGORIES

  • busines info
  • Business
  • Crypto
  • Ekonomi
  • Finance
  • Health
  • Inspiratif
  • Investing
  • Kriminal
  • Market
  • Politics
  • Technology
  • Uncategorized
  • World

BROWSE BY TAG

AI Bisnis bisnis digital Bitcoin busines busines info business business info Cryptocurrencies digital marketing E-Commerce Economy ekoniomi ekonomi Ekspor Emas Antam emas batangan energi terbarukan Fed Tapering Finance fintech Harga Emas Pegadaian ide bisnis Indonesia inovasi bisnis inovasi digital Inspiratif invest Investasi Investasi Emas investasi hijau investasi iklim investing market Market Stories Obligation Pasar Emas Indonesia politics Rupiah Strategy Tax technologhy Trading UMKM Wirausaha Muda

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?